Selasa, 12 November 2013

Biografi James Naismith - Penemu Bola Basket

Olahraga Bola Basket, merupakan salah satu olahraga yang paling banyak diminati di muka bumi dan paling banyak dipertandingkan di dunia, Penemu Permainan atau Olahraga Bola Basketadalah James A. Naismith yang dilahirkan pada tanggal 6 November 1861 di Almonte, Kanada. Sebelum pindah ke Amerika Serikat Naismith belajar physical education (Pendidikan Jasmani) di Montreal, di mana Naismith mengembangkan bola basket di akhir 1891 selama terdaftar di YMCA International Training School di Springfield, Massachusetts. Saat bekerja sebagai guru Pendidikan Jasmani (physical education) di YMCA International Training School di Springfield, Massachusetts pada tahun 1891, ia diajak untuk mencari cara untuk menghilangkan kebosanan yang dialami murid-muridnya dalam pelajaran olahraga saat musim dingin. Gagasan yang mendorong untuk menciptakan permainan baru itu disebabkan adanya kenyataan pada waktu itu bahwa keanggotaan dan pengunjung kegiatan olahraga pada perkumpulan YMCA (Young Men’s Christian Associaton) semakin hari semakin bertambavh merosot .

Hal ini disebabkan karena para anggotanya menjadi agak bosan dengan latihan-latihan olahraga senam yang kaku. Juga kebutuhan yang dirasakan dalam musim-musim dingin untuk tetap melakukan kegiatan olahraga yang menarik, merupakan desakan yang semakin hari semakin dirasakan Dr. Luther Gulick, pengawas kepala bagian olahraga pada Sekolah Guru Olahraga YMCA dari Springfield. Masachusets menyadari akan gejala-gejalan kegiatan olahraga yang kurang baik itu, dan segera menghubungi Dr. James A Naismith salah seorang rekan Guru di Springfiled dan memberikan tugas padanya untuk menyusun suatu kegiatan olahraga permainan yang baru, yang dapat dimainkan di dalam ruangan tertutup diwaktu sore. Dr. James A. Naismith menyambut tugas situ, dengan mulai menyusun suatu gagasan permainan baru yang bentuknya akan dapat memenuhi syarat-syarat yang dimintakannya. Dalam mengikuti pikirannya yang berkhayal untuk menciptakan permainan yang cocok, dengan syarat-syarat yang telah diberikan, yaitu permainan yang cocok untuk dimainkan dalam ruang tertutup diwaktu sore telah membatasi pikirannya pada hal-hal yang bukan khayal, tetapi melangkah pada suatu pemusatan pikiran yang kongkrit dengan tidak ada unsur-unsur menendang dan menjegal, menarik, dan lagi tidak begitu susah dipelajari.

Biografi James Naismith - Penemu Bola Basket

Kemudian Dr. James A. Naismith mencoba dan menguji gubahan-gubahan dari permainan-permainan softball, baseball, lacrosse, dan sepakbola tetapi satupun tidak cocok dengan syarat dan tuntutannya, sebab disamping sulit untuk dipelajari juga masih terlalu kassar untuk suatu permainan di dalam ruangan tertutup dengan berlampu. Dari penalaman eksperimen yang dilakukan itu, timbullah inspirasi tentang bentuk dan gaya permainan yang diidamkan itu. Bahwa permainan itu jelas harus dimainkan dengan bola yang berbentuk bulat, dengan tidak ada unsur menendang, tidak ada unsur membawa lari dengan bola, tanpa unsur menjegal dan harus menghilangkan gawang sebagai sasaran tambahan, sebab hal yang terakhir ini akan merangsang terhadap unsur-unsur penggunaan kekuatan. 

Untuk menjinakkan gerakan bola, maka sebagai pengganti lari dengan bola seperti terlihat dalam sepak bola, maka bergeraknya bola hanya dilakukan dengan mengoperkan atau mendribble. Untuk menjinakkan tembakan ke arah sasaran sebagai puncak kegairahan, maka gawangpun dig anti dengan sasaran yang sempit yang terletak di atas
para pemain. Sehingga dengan bentuk obyek sasaran yang demikian itu pengutamaan tembakan tidak dengan kekuatan, tetapi justru dengan ketepatannya. Dan oleh karena sasaran gol/gawang terletak diatas, maka jalan bola harus menempuh suatu busur parabola atau balistik.

Selanjutnya Dr. James A. Naismith menerangkan gagasannya dalam bentuk permainan yang meliputi 13 pasal. Dari 13 pasal tersebut, 12 pasal diantaranya menjadi inti peraturan bola basket modern sampai saat ini. Pada suatu hari Dr. James A. Naismith sambil memegang bola sepak membawa seorang pemainnya masuk dalam ruangan olahraga dengan maksud mencoba permainan yang telah ia pikirkan itu. Setelah dalam ruangan olahraga, ia memikirkan bahwa yang pantas untuk gawang adalah peti kayu saja. Dan ia minta bantuan kepada kepala rumah tangga sekolah. Stebbin namanya, apakah bila menyediakan kebutuhannya itu. Tetapi Stebbin tidak mempunyai kotak kayu dan sebagai penggantinya ditawarkan “Basket” (Keranjang) buah persik yang kosong pada Naismith. Disetujuilah oleh Naismith dan basket itu yang kemudian digantungkan oleh Stebbin di kedua sisi ruangannya pada balkonnya. Naismith menjelaskan peraturan-peraturannya, dan pada pelajar/ pemainnya mencoba dan mengikutinya.

Dari asal keranjang buah “peach basket”, berasal nama Basket ball, yang sekarang terkenal di seluruh dunia. Mula-mula tiap bola masuk ke dalam keranjang, Stebbin harus pergi ke balkon untuk mengeluarkan bola, sebab bagian bawah keranjang itu tertutup. Akhirnya dipikirkan untuk dibuat lubang pada alas keranjang itu. Demikian sedikit cerita aslinya yang dapat dikutip dari Harold Keith, “Sport and Games”.

Biografi James Naismith - Penemu Bola Basket

Karena Dr. James A. Naismith mengasuh 18 pelajar didalam kelasnya, maka pertama-tama bola basket dimainkan oleh 9 orang masing-masing regu, dengan 3 pemain depan, 3 pemain tengah, dan 3 pemain belakang. Pada tahun 1892 bola basket dimainkan oleh 7 orang masing-masing regu, dan selanjutnya setelah mengalami perubahan-perubahan jumlah, akhirnya ditemukan suatu jumlah yang sampai sekarang berlaku ialah 5 orang untuk masing-masing regu. Kontribusi Naismith untuk bola basket, dia telah mendapatkan beberapa kehormatan anumerta, seperti di Canadian Basketball Hall of Fame, Canadian Olimpiade Hall of Fame, Canadian Sports Hall of Fame, the Ontario Sports Legends Hall of Fame, the Ottawa Sports Hall of Fame, the McGill University Sports Hall of Fame, the Kansas State Sports Hall of Fame dan the FIBA Hall of Fame. The Naismith Memorial Basketball Hall of Fame di Springfield, Massachusetts, dinamakan demikian untuk menghormati Naismith.

Biografi James Naismith - Penemu Bola Basket

Pada Agustus 1936, saat menghadiri Olimpiade Berlin 1936, ia dinamakan sebagai Presiden Kehormatan Federasi Bola Basket Internasional. Terlahir sebagai warga Kanada, ia menjadi warga negara Amerika Serikat pada 4 Mei 1925. Naismith meninggal dunia 28 November 1939, kurang dari enam bulan setelah menikah untuk kedua kalinya.

Jenis Bola Basket

1. Full leather / kulit asli
  • Menurut www.gudang-bola.com, bahan bola full leather kurang cocok di Indonesia karena iklimnya yang tropis membuat kulit asli cepat ngelotok kalau panas.
  • Contoh produk: Seri GL7, yang pernah dipakai sebagai bola resmi Olimpiade.
2. PU Leather
  • Merupakan bola kulit sintetik yang kualitasnya masih di atas kulit-kulit yang ada di pasaran.
  • Kalau teman-teman sering main basket di indoor dan outdoor, pakailah produk-produk Molten yang berbahan PU leather. Selain enak untuk dipakai, bola berbahan PU leather lebih awet dibanding bola berbahan PVC leather.
  • Contoh produk: Seri GG7 dan GF7. Seri GG7 pernah dipakai di IBL dan sekarang sudah menjadi official ball ABL.
3. PVC
  • Merupakan bola jenis kulit sintetik yang sedikit lebih keras dibanding kulit PU.
  • Contoh produk: Seri GE7.
basket indonesia, tips, Memilih, tipe, Bola, Molten, Untuk, main, basket, video
Pada dasarnya bola kulit Molten itu bisa dipakai untuk keperluan indoor dan outdoor. Apabila budget anda terbatas [range harga di bawah Rp 300,000] namun menginginkan bola dengan kualitas oke buat main basket indoor maupun outdoor, maka pilihan anda bisa jatuh ke bola kulit GMX7.
Cuma bedanya kalau bola kulit dipakai outdoor, memang daya tahannya tidak seawet bola-bola khusus outdoor 

Alat-Alat Perlengkapan dan Lapangan pada Permainan Bola Basket

Alat-Alat Perlengkapan dan Lapangan pada Permainan Bola Basket

Alat-Alat Perlengkapan dan Lapangan pada Permainan Bola Basket

Berdasarkan Peraturan Permainan PERBASI/FIBA tahun 1980 – 1984, alat-alat perlengkapan dan lapangan terdiri dari :

1. Bola Basket
Terbuat dari karet yang menggelembung dan dilapisi sejenis kulit, karet atau sintesis. Keliling bola tidak kurang dari 75 cm dan tidak lebih dari 78 cm, serta beratnya tidak kurang dari 600 gram dan tidak lebih dari 650 gram. Bola tersebut dipompa sedemikan rupa sehingga jika dipantulkan ke lantai dari ketinggian 180 cm akan melambung tidak kurang dari 120 cm tidak lebih dari 140 cm.

2. Perlengkapan Teknik
2.1. Untuk pencatatan waktu diperlukan sedikitnya 2 buah stopwatch, satu untuk pencatat waktu dan satu lagi untuk time out.
2.2. Alat untuk mengukur waktu 30 detik.
2.3. Kertas score (Scoring Book) untuk mencatat/merekam pertandingan.
2.4. Isyarat – scoring board, tanda kesalahan perorangan yakni angka 1 sampai dengan 5, serta bendera merah dua buah untuk kesalahan regu.

3. Lapangan
3.1. Lapangan Permainan
Berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 26 m dan lebar 14 m yang diukur dari pinggir garis batas. Variasi ukuran diperolehkan dengan menambah atau mengurangi ukuran panjang 2 m serta menambah atau mengurangi ukuran lebar 1 m. Di lapangan ini terdapat beberapa ukuran seperti : lingakaran tengah, dan lain sebagainya yang secara jelas dan terperinci akan diuraikan dalam gambar di bawah nanti.
3.2. Papan Pantul
Papan pantul dibuat dari kayu keras setebal 3 cm atau dari bahan transparan yang cocok. Papan pantul berukuran panjang 180 cm dan lebar 120 cm.. Tinggi papan, 275 cm dari permukaan lantai sampai ke bagian bawah papan, dan terletak tegak lurus 120 cm jaraknya dari titik tengah garis akhir lapangan.

3.3. Keranjang
Keranjang terdiri dari Ring dan Jala. Ring tersebut dari besi yang keras dengan garis tengah 45 cm berwarna jingga. Tinggi ring 305 cm dari permukaan lantai dan dipasang dipermukaan papan pantaul dengan jarak 15 cm. Sedangkan jala terdiri dari tambah putih digantung pada ring. Panjang jala 40 cm.

Perlengkapan Basket

Berdasarkan peraturan permainan PERBASI/FIBA tahun 1980 - 1984, alat-alat perlengkapan dan lapangan terdiri dari:

Bola basket.
Terbuat dari karet yang menggelembung dan dilapisi sejenis kulit, karet, atau sintesis. Keliling bola tidak kurang dari 75 cm dan tidak lebih dari 78 cm, serta beratnya tidak kurang dari 600 gram dan tidak lebih dari 650 gram. Bola tersebut dipompa sedemikian rupa sehingga jika dipantulkan ke lantai dari ketinggian 180 cm akan melambung tidak kurang dari 120 cm dan tidak lebih dari 140 cm.

Perlengkapan teknik.
Untuk pencatatan waktu diperlukan sedikitnya dua buah stopwatch, satu untuk pencatat waktu dan satu lagi untuk time out. Dalam permainan, dibutuhkan juga alat untuk mengukur waktu 30 detik. Untuk mencatat atau merekam pertandingan, diperlukan kertas score (scoring book). Isyarat - scoring board, untuk tanda kesalahan perorangan yakni angka 1 sampai dengan 5, serta bendera merah dua buah untuk kesalahan regu.

Lapangan permainan.
Berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 26 m dan lebar 14 m yang diukur dari pinggir garis batas. Variasi ukuran diperbolehkan dengan menambah atau mengurangi ukuran panjang 2 m serta menambah atau mengurangi ukuran lebar 1 m. Di lapangan ini, terdapat beberapa ukuran seperti lingkaran tengah dan lain sebagainya yang secara jelas dan terperinci akan diuraikan di bawah ini.

Papan pantul.
Papan pantul dibuat dari kayu keras setebal 3 cm atau dari bahan transparan yang cocok. Papan pantul berukuran panjang 180 cm dan lebar 120 cm. Tinggi papan 275 cm dari permukaan lantai sampai ke bagian bawah papan dan terletak tegak lurus 120 cm jaraknya dari titik tengah garis akhir lapangan.

Keranjang.
Keranjang terdiri dari ring dan jala. Ring tersebut terbuat dari besi yang keras dengan garis tengah 45 cm berwarna jingga. Tinggi ring 305 cm dari permukaan lantai dan dipasang di permukaan papan pantul dengan jarak 15 cm. Sedangkan jala terdiri dari tambah putih yang digantung pada ring dengan panjang 40 cm.

TEKNIK” BERMAIN BOLA BASKET

TEKNIK” BERMAIN BOLA BASKET

Dribbling.
a.  Permainan tepuk bola.
Cara bermain  :
Siswa yang akan bermain disesuaikan dengan jumlah bola. Apabila ada 10 bola maka yang bermain ada 10 siswa. Kemudian dibuat area bermain yang ukurannya disesuaikan dengan kondisi lapangan. Lalu para siswa yang memgang bola melakukan dribbling di dalam area bermain. Selagi melakukan dribbling para siswa berusaha menepuk bola siswa yang lain dengan tangan yang bebas. Apabila bola tertepuk sehingga keluar dari area permainan, siswa yang bolanya tertepuk harus keluar dari daerah permainan dan dinyatakan kalah. Waktu permainan kira-kira 2 menit. Siswa yang menang adalah siswa yang masih berada di lapangan dan dalam kondisi masih mendribble bola.


b.  Permainan tarik ekor
Cara Bermain :
Aturan bermain hampir sama dengan permainan tepuk bola. Perbedaannya hanya setiap beserta diberi ekor yang terbuat dari tali rafia kira-kira sepanjang 20 cm. Setiap peserta sambil mendribble bola harus menarik ekor peserta lain dan berusaha melindungi ekornya agar tidak dicabut peserta lain. Peserta yang ekornya tertarik atau tercabut harus keluar dari permainan. Peserta dinyatakan menang apabila setelah waktu habis, peserta tersebut masih berada di lapangan dengan keadaan masih mendribble bola dan ekornya tidak tercabut.

Passing.
a.    Permainan 10
Cara bermain  :
Siswa dibagi menjadi 2 kelompok. Jumlah anggota  kelompok bisa  10, 15 atau 20 atau disesuaikan. Guru membuat suatu area permainan yang luasnya menyesuaikan dengan kondisi yang ada.
Semua peserta permainan harus berada dalam area permainan, tidak boleh keluar dari area tersebut. Siswa harus melakukan passing ke rekan sekelompoknya sampai mencapai 10 kali passing. Bola tidak boleh dibawa berjalan atau berlari. Kelompok yang tidak menguasai bola harus berusaha mengganggu yg tujuannya untuk mempersulit kelompok yang menguasai bola untuk melakukan passing, tetapi tidak boleh menyentuh anggota kelompok yang menguasai bola. Dalam melakukkan passing bola jangan sampai menyentuh lantai. Apabila bola menyentuh lantai hitungan passing harus dimulai dari awal lagi. Kelompok yang menang adalah kelompok yang bisa melakukan passing dengan sesama anggotanya sampai 10 hitungan dengan bola tanpa menyentuh lantai.

b.    Permainan lempar bola ke kardus.Cara bermain :
Siswa dibagi menjadi 2 kelompok ( A dan B ) dengan jumlah yang sama. Masing masing kelompok berbaris memanjang ke belakang. Masing masing kelompok mendapat 1 bola. Ada kardus berada ditengah-tengah kelompok. Anggota dari masing-masing kelompok harus berusaha melempar bola tapi gerakannya adalah gerakkan passing dalam bola basket secara bergantian ke arah kardus tersebut berusah agar kardus tersebut bergeser ke daerah lawan Dibuat garis batas akhir. Apabila kardus melewati garis batas akhir kelompok lawan. Berarti kelompok itu keluar sebagai pemenang.

c.  Kombinasi  dari Dribbling, Passing dan ShootingCara bermain :
Siswa dibagi menjadi 2 kelompok dengan jumlah sama besar. Permainan ini sudah hampir menyamai permainan basket yang asli. Bedanya hanya di ring basket. Disini kita menggunakan orang sebagai ring basket. Pemain harus berusaha shooting kearah ring lawannya dan ring yang berupa orang tadi  harus menangkapnya. Apabila dapat ditangkap itu menjadikan poin bagi tim yang shooting tadi. Arah bola pada shooting harus parabola. Para pemain dibolehkan melakukan dribbling , passing dan shooting. Aturan permainan bisa disesuaikan.

Jenis-jenis dribble dalam permainan bola basket.

Jenis-jenis dribble dalam permainan bola basket.


Macam-Macam Dribble Bola Basket

Dribble dalam permainan bola basket adalah cara membawa atau menggiring bola dengan memantulkan bola ke lantai. Bola dipantulkan dengan cara telapak tangan mendorong bola ke lantai bukan memukul bola. Lengan dan Jari lemas tidak perlu kaku. Berikut mengenai Dribble dalam bola basket :
Prinsip dalam mengajarkan teknik dribble antara lain:
  • Kontrol pada Jari-Jari Tangan
  • Mempertahankan Tubuh Tetap Rendah
  • Kepala Tegak
  • Melatih Tangan yang Lain
  • Pemain perlu untuk belajar dribble menggunakan tangan yan lain.
  • Lindungi Bola


Macam-macam dribble : 
Change of pace dribble
  • Dribble ini adalah yang paling umum dalam bolabasket dan digunakan untuk membuat pemain bertahan berfikir bahwa pelaku dribble akan memperlambat atau mempercepat tempo dribble.
Low or control dribble
  •  Dribble ini dilakukan setiap kali pemain dijaga dengan ketat. Tipe dribble ini hanyalah menjaga bola agar tetap rendah dan terkontrol. Bola di- dribble di sisi tubuh, jauh dari pemain bertahan. Telapak tangan yang mendribble bola diusahakan agar tetap berada di atas bola.

High or speed dribble
  •  Ketika pemain berada di lapangan terbuka dan harus bergerak secepatnya denganbola, maka ia akan menggunakan dribble ini. Ketika berlari dengan cepat, pemain akan mendorong bola di depannya dan membiarkannya melambung ke atas setinggi pinggulnya. Tangan yang mendribble tidak berada di atas bola melainkan di belakang bola.
Crossover dribble
  •  Yaitu mendribble bola dengan memindahkan bola dari tangan yang satu kearah tangannya yang lain. Gerakan ini sangat bagus untuk memperdaya pemain bertahan. Namun bola bisa dicuri bila tidak dilakukan dengan baik, karena bola tidak terjaga.

Behind the back dribble
  •  Jenis dribble ini digunakan ketika pemain mengganti arah supaya terbebas dari pemain bertahan. Bola digerakkan dari satu sisi tubuh ke sisi tubuh yang lain dengan mengayunkannya di belakang tubuh.

Between the legs dribble
  •  Dribble ini adalah cara yang cepat untuk memindahkan bola dari satu tangan ke tangan yang lain melewati sela kaki. Digunakan ketika pen-dribble dijaga dengan ketat atau ingin mengganti arah.

Reverse dribble
  •  Dribble ini dikenal juga dengan nama spin dribble atau rol dribble. Dribble ini dilakukan untuk mengganti arah dan memantulkan bola dari satu tangan ke tangan yang lain ketika dijaga dengan ketat. Dribble ini harus dilakukan dengan cepat saat pen-dribble mendorong bola ke lantai dan berputar mengelilingi pemain bertahan.

Beberapa Jenis Shooting Dalam Bola Basket

Beberapa Jenis Shooting Dalam Bola Basket


Set Shot
Tembakan ini jarang dilakukan pada permaina biasa. Karena bila penembak tidsk melompat, maka tembakannya akan mudah dihalangi. Umumnya tembakan ini dilakukan saat lemparan bebas atau bila memungkinkan menembak tanpa rintangan.

Lay Up Shot
Lay up adalah hal yang harus dipelajari dalam pemain bola basket. Dalam situasi persaingan, jenis tembakan ini harus bias dilakukan pemain baik dengan tangan kanan maupun kiri. Lay up dilakukan di akhir drible. Pada jarak beberapa langkah dari ring, pendribble secara serentak mengangkat tangan dan lutut ke atas ketika melompatke arah keranjang.

Underhand Shot
Tembakan ini adalah jenis tembakan lay up ketika penembaksetelah melompat kearah keranjang, mengangkat tangannya ke atas untuk menjauhkan bola dari pemain bertahan.

Jump Shot
Tembakan ini paling sering dilakukan dibandingkan jenis tembakan lainnya. Tembakan ini sulit untuk dihalangi karena dilakukan di titik tertinggi lompatan vertical penembak.

Hook Shot
Tembakan hook adalah tembakan lemah dan akurat serta merupakan gerakan low post yang baik. Bila dilakukan dengan benar maka tembakan ini sulit dihalangi karena tangan penembak berada jauh dari pemain bertahan. Bahkan ketika dijaga oleh pemain yang tinggi. Tembakan hook selalu diawali dengan pemain memeunggungi keranjang. Sama seperti jump shot, tembakan ini sangat tergantung keseimbangan tubuh. Untuk melakukan melakukan tembakan hook dengan tangan kanan, pemain berpivot pada kaki kanan dan melangkah dengan kaki kiri. Kemudian ia mengangkat lutut kanannya ke atas dan secara bersamaan mengangkat tangan kanannya yang melempar ke atas dan melepas bola dengan mengebaskan pergelangannya. Bila dilakukan dengan lompatan kedua kaki, maka tembakan ini disebut jump hook.

Dunking
Tembakan dunk dulunya dianggap suatu atraksi istimewa yang dilakukan pemain-pemain tinggi. Saat ini, tembakan tersebut sudah umum. Keuntungannya adalah tembakan ini dilakukan tanpa lompatan jauh sehingga sulit dihalangi. Tembakan dunk adalah gerakan menyerang yang mengagumkan dan dapat mengobarkan semangat tim serta menjatuhkan moral lawan dengan cepat. Dunking dapat dilakukan dengan satu atau dua tangan, dari depan atau belakang.

Reverse Lay Up Shot
Tembakan lay up ini memakai ring dan backboard untuk menjaga penembak dari pemain bertahan yang berusaha menghalangi tembakan dari belakang. Tembakan ini baik dilakukan setelah penetrasi di sepanjang garis belakang atau ketika pemain menerima bola di dalam daerah terlarang dengan posisi memunggungi keranjang.

Tapping (Tip-In)
Tip-in bukanlah suatu tembakan. Gerakan ini hanya terdiri dari kibasan lemah ujung jari. Ketika bola memantul dari ring, ujung jari diletakkan di bagian bawahnya dan kemudian dengan lembut bola didorong ke atas dan ditepuk kea rah ring atau backboard. Dibutuhkan pemilihan waktu yang tepat dan kemampuan melompat yang baik untuk melakukannya.

Motivasi pemain Michael Jordan, Sang Legenda Basket


Motivasi pemain
Michael Jordan, Sang Legenda Basket

Dunia olahraga mengenal beberapa nama sebagai legendanya masing-masing. Tinju ada Mohammad Ali. Sepakbola ada Pele dan Maradona. Golf ada nama Tiger Woods. Balap F1 ada Michael Schumacher. Dan, di bola basket, ada satu nama yang dianggap paling berpengaruh hingga sekarang, Michael Jordan.
Untuk satu nama terakhir, meski sudah pensiun dari olahraga yang membesarkan namanya, namun dirinya seolah tak tergantikan. Beberapa nama yang dianggap sebagai the next Jordan-di arena basketball Amerika, NBA-tetap tak bisa menggantikan ketenarannya. Nomor kaosnya-23-hingga kini juga digantung di langit-langit hall of fame sebagai bentuk penghargaan atas prestasinya.
Michael Jordan memang sosok yang sangat komplit. Di dalam lapangan, kemampuannya tak diragukan lagi. Berbagai atraksi menarik disuguhkan saat bertanding. Ia bahkan disebut-sebut bukan lagi sebagai seorang atlet, melainkan sudah menjadi aktor film yang mengundang decak kagum penontonnya. Karena itu, tak heran, kala ia pernah memutuskan pensiun dini-pada tahun 1993-jumlah penonton basket di dunia menurun.
Dunia basket seakan kehilangan ruhnya. Tak urung, komentar yang meminta Jordan kembali ke lapangan terus bergema. Dan, hal itu akhirnya diwujudkan oleh Michael dengan bergabung lagi ke tim Chicago Bulls pada tahun 1995. “Saya mundur karena merasa sudah tak ada tantangan lagi. Dan saya kembali lagi karena saya merasa kini ada tantangan baru,” sebut Jordan dalam sebuah wawancara.
Sosok Jordan memang fenomenal. Jika beberapa orang merasa kurang nyaman saat bertemu dengan halangan dan rintangan, ia justru mencarinya. Misalnya, ketika ia kembali dari pensiunnya, secara tidak langsung, ia menantang pemain basket yang dianggap sebagai penggantinya, Kobe Bryant. Dalam sebuah pertandingan para bintang, ia beraksi mencoba menundukkan juniornya tersebut.
Hal tersebut juga ditunjukkan ketika masa awal kuliah. Karena tak punya tinggi badan yang memadai untuk masuk tim utama, dirinya sempat disingkirkan. Namun, bukannya merasa putus asa, ia terus berlatih sendiri hingga tinggi badannya mencukupi. Meski masih dianggap kurang ideal, ia mampu mencetak skor meyakinkan sehingga akhirnya jadi pilihan utama. “Saya dapat menerima kegagalan, tapi saya tidak dapat menerima jika saya belum mencoba,” sebut Jordan mengungkap rahasia suksesnya.
Tantangan dan halangan memang sering justru jadi penguat dirinya untuk mencapai prestasi. Pernah, ketika ia mulai masuk di tim profesional NBA, karena memunyai prestasi cemerlang, ia justru sempat “dikucilkan” oleh pemain senior. “Saat kita ingin mencapai sesuatu, pasti akan ada halangan. Saya juga menjumpainya seperti juga orang lain. Tapi, seharusnya itu tak perlu menghentikan kita. Seperti saat mendapati tembok, jangan berpikir menyerah, tapi coba lompati dan lewati,” ungkap Jordan. Dengan keyakinan inilah, Jordan mampu mengubah tantangan itu sebagai batu loncatan mencapai sukses yang lebih maksimal.
Kini, nama Jordan sangat lekat sebagai ikon NBA. Tak urung, legenda basket lain seperti Larry Bird pun hingga sampai mengomentari, “Dewa menyamar sebagai Michael Jordan.” Prestasi fenomenalnya membuat ia sering diundang untuk menyemangati banyak orang dalam berbagai bidang. “Saya sudah lebih dari 9000 kali gagal melakukan tembakan. Saya sudah hamper 300 kali kalah dalam pertandingan. Setidaknya, 26 kali saya dipercaya untuk menjadi algojo penentu kemenangan dan saya gagal. Saya gagal terus dan terus dalam hidup saya. Dan, justru karena itulah saya sukses,” sebut Jordan dalam beberapa kali pidatonya.
Prestasi fenomenal Michael Jordan tak diperoleh dalam sekali dua kali latihan. Ia juga sering gagal dalam kariernya. Namun, justru itulah yang menjadikan dia legenda hingga saat ini. Karena, ia tak pernah menyerah pada keterbatasan. Dan bahkan, ia mampu mengubahnya menjadi sebuah kekuatan. Keyakinan, kerja keras, dan ketekunan adalah contoh nyata dari seorang Michael Jordan yang patut kita contoh untuk mencapai sukses sebenarnya. 

Petunjuk umum menyerang zone defense (basket)

Petunjuk umum menyerang zone defense

Gunakan serangan cepat

Gerakkan bola ke depan dan lakukan fast-break secepat mungkin, sebelum zone defense lawan terbentuk.
Lakukan defense full-court press
Defense full-court press menyebabkan pertandingan menjadi bertempo cepat dan lebih terbuka, sehingga lebih mudah diserang dengan fast-break. Pertandingan dengan tempo lambat akan membuat zone defense lawan menjadi efektif sehingga sulit untuk ditaklukkan.
Analisa jenis zone defense lawan

Ketahui jenis zone defense yang sedang diterapkan oleh lawan, apakah 2-3, 1-2-2, dll. Kemudian lakukan zone offense yang sesuai untuk digunakan. Jika zone defense lawan menggunakan dua pemain defensive di depan (misalnya, 2-3 atau 2-1-2), maka gunakan zone offense dengan satu pemain guard berperan sebagia point guard, dengan tujuan untuk memecah konsentrasi dua pemain defensive yang berada di depan. Contoh strategi zone offense yang dapat digunakan adalah: 1-3-1, 1-2-2, “3-out, 2-in”, atau 1-4.
Sebaliknya, jika zone defense lawan menggunakan satu pemain defensive di depan (misalnya, 1-3-1 atau 1-2-2), maka gunakan zone offense dengan dua guard yang diposisikan di sekitar area wing sehingga mengapit pemain defensive yang berada di depan. Contoh strategi zone offense yang apat digunakan adalah: 2-1-2, 2-3, 2-2-1, atau “4-out, 1-in”.
Terus amati apakah defense yang digunakan lawan berubah, dan bersiaplah untuk mengubah strategi offense yang diterapkan. Beberapa tim sering mengubah-ubah jenis defense yang digunakan, dan oleh karena itu sebaiknya time-out dapat digunakan untuk menyesuaikan strategi zone offense.
Sabar
Selalu bersabar ketika melakukan offense. Pastikan pemain yang mempunyai kemampuan shooting terbaik memperoleh kesempatan terbuka untuk melakukan shooting. Ketika melawan zone defense, shooting dari luar lebih mudah dilakukan, meskipun tidak ada pergerakan dari pemain. Tetapi, sebaiknya sebisa mungkin serangan dilakukan sampai jantung pertahanan lawan. Aturan yang dapat diterapkan adalah sebelum melakukan shooting dari luar, salah seorang pemain low post atau high post harus pernah menguasai bola terlebih dahulu (kecuali sedang dalam transition offense).
Offensive rebound
Selalu berusaha untuk mendapatkan offensive rebound karena sering kali penugasan box-out dalam zone defense tidak jelas, dan peluang melakukan shooting dengan persentase yang lebih baik dapat diperoleh melalui offensive rebound.
Jaga jarak antar pemain
Longgarkan zone defense dengan passing ke area wing atau corner, dan lakukan skip pass ke area yang berlawanan. Para pemain sebaiknya tidak berkumpul di suatu area, dan harus mengisi celah-celah yang terdapat pada zone defense yang sedang diterapkan lawan.
Lakukan “overload” dengan menempatkan beberapa pemain offensive tambahan di salah satu sisi lapangan sehingga melebihi jumlah pemain yang bisa dijaga oleh pemain defensive.
Serang melalui celah-celah, tetapi hindari dribble yang tidak perlu
Dribble yang tidak perlu dapat menyebabkan zone defense lawan dapat kembali teratur. Akan tetapi, pemain yang berada di area point dan wing dapat melakukan penetrasi melalui celah-celah pada zone defense lawan, dan memberikan umpan matang ke pemain low post atau high post. Alternatif lainnya adalah dengan melakukan “penetrate and pitch back”. Ketika seorang pemain melakukan penetrasi, pemain lain di area perimeter berotasi mengisi posisi yang ditinggalkan oleh pemain yang melakukan penetrasi. Selanjutnya, setelah penetrasi yang dilakukan dapat “menarik” pemain defensive yang ada di luar untuk masuk ke dalam, maka pemain yang melakukan penetrasi dapat berhenti, pivot, dan melakukan passing kembali ke arah dari mana dia berasal, yang akan menciptakan kesempatan terbuka untuk melakukan shooting three-point.
Usahakan menyerang dari dalam
Serangan dari dalam dapat menghasilkan kesempatan shooting dengan persentase yang lebih baik. Seorang pemain boleh melakukan shooting dari luar atau three-point, tetapi jangan selalu bergantung pada shooting dari jarak jauh setiap kali melakukan serangan. Harus ditemukan cara untuk melakukan serangan sampai jantung pertahanan lawan. Jika berhasil melakukan serangan sampai ke dalam, maka akan menyebabkan permasalahan tersendiri bagi zone defense yang dapat menghasilkan situasi foul trouble, dan kesempatan yang lebih terbuka untuk melakukan shooting dari luar karena pemain lawan lebih berkonsentrasi untuk memperkuat pertahanan di dalam.
Passing cepat
Skip pass dari area corner ke area wing dari sisi yang berlawanan, atau sebaliknya dapat digunakan untuk mengacaukan pertahanan lawan. Pemain seharusnya juga melakukan beberapa gerakan fake, misalnya, seorang pemain dapat melakukan fake shot atau fake pass yang menyebabkan zone defense bergerak ke salah satu arah, kemudian dilanjutkan dengan passing ke arah yang berlawanan. Lakukan gerakan reversal beberapa kali sehingga para pemain defensive keluar dari posisi yang seharusnya.
Terapkan screen
Screen dapat diterapkan, baik di dalam maupun di luar. Para pemain sebaiknya melakukan gerakan cut ke ruang terbuka, dan mencoba menyerang dari weak-side, atau “back-door”. Back screen yang dilakukan terhadap pemain defensive di area low post di sisi weak-side sering memberikan keuntungan jika diikuti dengan skip pass dari area corner ke area wing, atau sebaliknya. Jika pemain defensive low post dapat mengejar bola, maka passing ke dalam biasanya dapat dilakukan.
Perimeter dalam posisi triple-threat
Pastikan para pemain dalam posisi “tripe-threat” ketika menerima passing, siap untuk melakukan shooting, passing, atau penetrasi. Jangan biasakan langsung melakukan dribble setiap kali menerima passing. Kecuali terdapat celah untuk dilakukan penetrasi, para pemain harus menerima passing dalam posisi triple threat.
Strategi terakhir

Jika tim sedang memimpin pertandingan dan lawan mengubah jenis strategi defense yang diterapkan, yang membuat kita tidak percaya diri dapat menaklukkan zone defense yang sedang diterapkan oleh lawan, maka kita dapat “menolak” untuk melawannya. Strategi offense yang seharusnya diterapkan adalah “4-corners” delay offense. Karena kita sedang memimpin pertandingan, maka tim lawan pada akhirnya pemain defensive akan keluar dan mengubah kembali jenis defense-nya (mungkin menjadi man-to-man). Tentu saja, strategi ini tidak akan bekerja jika waktu yang tersisa masih banyak. Dan juga, jika gaya bermain tim kita adalah fast-break, maka melakukan strategi delay offense akan sangat merugikan.

POLA DEFENSE BASKET

POLA DEFENSE

“Offense can make you win the game, but defense can make you be the champion”
Dari kalimat tersebut dapat kita bayangkan betapa pentingnya defense dalam bola basket. Sehingga seorang pelatih sangat dituntut menguasai taktik defense bagi timnya. Dalam melakukan set defense, seorang pelatih seharusnya dapat melakukannya sesuai filosofi defense yang dimilikinya,
Apa yang dimaksud defense?
Apa tujuan defense yang dilakukan?
Apa standar defense yang ingin dilakukan?
Lalu dengan itu seorang pelatih baru dapat merencanakan bagaimana seharusnya defense itu dilakukan dan itu semua diberikan pada programlatihan yang akan diberikan.
Filosofi defense setiap pelatih boleh saja berbeda, atau sama dengan yang lainnya, namun hal itu tidak menjadikan sebeuah defense dianggap terbaik dibanding defense yang lainnya. Hal-hal yang dapat membedakan sebuah defense antara lain
Materi pemain,
Kemampuan/keterampilan pemain individu pemain,
Kejelian pelatih dalam merancang,
Memberikan dan mengoreksi sebuah defense
Dalam merancang sebuah defense, selain disesuaikan dengan filosofi defense pelatih, juga tidak tertutup kemungkinan harus melihat materi pemain yang ada, jika materi pemain yang ada tidak mencukupi kubutuhan atas filosofi yang diyakini oleh pelatih, dapat saja pelatih tersebut malakukan sedikit perubahan terhadap defense yang akan diberikan selanjutnya tahap demi tahap pelatih tersebut melakukan dasar-dasar untuk melakukan defense yang diinginkannya.
Jean Pierre Balduin, insturktur IOC yang pernah memberikan penataran pelatih di Indonesia pernah mengatakan, “tidak ada defense yang paling baik, yang ada hanyalah defense yang berguna untuk sebuah tim”. Hal ini seharusnya mengingatkan setiap pelatih untuk merancang pola defense yang sesuai dengan apa yang dimiliki dan diperlukan oleh timnya. Namun tidak tertutup kemungkinan seorang pelatih meniru defense yang dilakukan sebuah tim, namun haruslah dilakukan beberapa modifikasi (dengan melakukan pengurangan atau penambahan atau penempatan pemain) untuk disesuaikan dengan kebutuhan atau materi pemain yang dimilikinya.

Untuk dapat memenuhi kebutuhan akan filosofi defense, dibutuhkan banyak factor antara lain :
Kemampuan fisik yang bagus
Kemampuan motorik yang baik, terutama olah kaki dan koordinasi
Kemampuan membaca permainan lawan (visi)
Kemampuan mental / psikologis yang baik, sehingga tidak mudah diintimidasi lawan dan pantang menyerah
“Defense yang telihat baik dimainkan oleh sebuah tim, belum tentu dapat dimainkan dengan sama baiknya oleh tim yang lain”
Hal yang harus diperhatikan dalam melatih defense
Bagaimana pelatih dapat memantau dan mengoreksi kesalahan sekecil apapun yang dilakukan oleh individu atau tim
Melatih defense membutuhkan waktu dan kesabaran. Hal ini disebabkan latihan defense sangat kompleks dan umumnya dianggap atlit bukan hal yang menyenangkan
Dibutuhkan kematangan psikologis seorang pelatih dalam melatih defense, dimana dari hal tersebut diharapkan dapat mentransfer pengetahuan bahwa latihan defense juga bisa menyenangkan serta kesabaran pelatih dalam melatih defense
Tidak semua set defense dapat diterapkan melawan tim berbeda. Oleh karena itu pemain harus dibekali dengan berbagai macam defense
Sebuah set defense yang dapat dimainkan dengan baik oleh salah satu tim, belum tentu dapat dimainkan dengan kualitas yang sama baiknya oleh tim yang lainnya.
Sebuah set defense harus memperhatikan materi pemain yang dimiliki dan lawan yang akan dihadapi.

POLA PENYERANGAN DALAM BOLA BASKET

POLA PENYERANGAN DALAM BOLA BASKET

Perkembangan basket dari tahun ketahun sangat pesat dan persaingan tim-tim basket dari tingkat sekolah sampai tingkat nasional semakin ketat, hal ini mendorong platih-platih untuk membuat strategi-strategi atau pola-pola permainan yang lebih kreatif dan inovatif,Pola penyerangan merupakan rencana penyerangan yang bertujuan untuk membentuk serangan yang lebih tajam, Pola penyerangan dalam bola basket dapat diklakukan dengan cara :
1.Set offens
Serangan yang direncanakan dan dibangun dari awal sampai penyelesaian akhirnya (finishing tought),merupakan kebalikan dari serangan fast break.
2. Fast break.
Serangan yang dilakukan secara serentak dan cepat sebelum lawan sempat membuat pola pertahanannya (mencapai balans pertahan).Tujuannya menempatkan satu atau dua orang penyerang dalam posisi bebas untuk mencetak gol.
3. Shuffele.
Suatu sistem penyeranagn yang dilakukan oleh semua pemain dari satu regu bergerak dsri satu posisi ketempat lain dengan teratur sesuai rencana guna membuka/mendapatkan kesempatan mencetak gol.
4.double pivot offence.
Cara menyerang suatu tim dengan menempatkan dua pemain masing-masing (biasanya pemain jangkung) berada jauh disudut daerah pertahanan lawan,satu diujung kiri dan satu diujung kanan.
5.Give and go weave.
Serangan bergerombolpergi dan datang.
Cara menyerangsuatu regu yang melibatkan lima pemai untuk terus bergerak sambil saling mengoper guna mencapai lubang pertahanan lawan. Playmaker:Pengatur serangan,biasanya dilakukan oleh seorang pemain inti.
6.Drive,driving
Gerakan cepat dan agresif seorang penyerang yang mendribble bola sambil menerobos ke basket lawan dengan keinginan besar untuk mencetak gol.

ISTILAH DALAM BOLA BASKET

ISTILAH DALAM BOLA BASKET

Terkadang kita sering menyebut istilah-istilah dalam bola basket tetapi kita tidak mengetahui artinya,istilahistilah dalam basket dapat berfrungsi sebagai alat komunikasi dalam latihan antara pelatih denganpemain dan sesama pemain. Di sini saya akan memberikan beberapa istilah-istilah dalam basket yangbertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kita terutama bagi pemula yang hobi akan olahraga basket,istilah-istilah tersebut adalah sebagai berikut :
1. fundamentals : Dasar-dasar
2. Drills : Latihan yang dilakukan berulang-ulang
3. Passing : Lemparan bola (operan)
4. Passing : drills Latihan lemparan bola berulang-ulang
5. Passing : games Latihan lempar tangkap
6. Shooting : Lemparan kekeranjang
7. Long shoot : Tembakan dari jarak jauh
8. Medium shoot : Tembakan dari jarak sedang
9. Total shoot : Hasil dari seluruh tembakan
10. Free throw : Lemparan bebas
11. Short shoot :Tembakan dari jarak dekat
12. Jump shoot :Lemparan / tembakan sambil melompat
13. Jump ball : Bola lompat
14. Jump pass : Lemparan sambil melompat
15. Jumping jack : Berlompat bertumpu pada dua kaki, kedua tangan dibelakang kepala
16. Field goal attemted : Berlompat bertumpu pada dua kaki, kedua tangan dibelakang kepala
17. Field goals made : Tembakan berhasil
18. Field goals percentage : Persentase tembakan lapangan
19. Warm up : Pemanasan
20. Foot work : Gerakan olah kaki
21. Streeching : Perenggangan / penguluran otot
22. Change of pace : Perubahan langkah
23. Change of direction : Perubahan arah lari
24. Half court : Setengah lapangan
25. Full court : Lapangan penuh
26. Turn over : Bola berpindah lawan bukan karena tembakan
27. Transition : Perubahan dari menyerang ke bertahan
28. Trap : Jebakan
29. Help : Pertolongan
30. Wing : Sayap
31. Forward : Pemain penyerang
32. Guard : Pemain bertahan
33. Poin guard : Pemain pengatur serangan
34. Playmeker : Pemain pengatur serangan
35. Post : Pemain poros
36. Law post : Posisi pemain poros disamping bawah basket
37. High post : Posisi pemain poros digaris tembakan
38. Side post : Posisi pemain poros disamping garis tembakan hukuman
39. Side line : Posisi pemain poros disamping garis tembakan hukuman
40. Base line : Garis belakang
41.Mide line : Garis tengah lapangan
42. Back court : Daerah belakang lapangan
43. Front coart : Daerah depan lapangan
44. Strong side : Daerah sering dimana bola berada
45. Wead side : Daerah serang tanpa bola
46. Pivot man : Melangkah kesegala arah dengan bertumpu pada satu kaki sebagai Poros atau as
47. Post man : Pemain yang berfungsi sebagai poros
48. Block out : Bendungan bola yang keluar
49. Screen : Menutupi jalan lawan sehingga temannya bebas bergerak
50. Intercept : Memotong jalan bola
51. Stealing the ball : Mentip bola untuk dikuasai
52. Assist : Umpan kepada temannya untuk membuat poin
53. Rebound : Memantulkan bola kepapan pantul
54. Dribling : Menggiring bola
55. Double dribble : Menggiring bola dengan dua tangan
56. Lost ball : Bola lepas kendali
57. Personal foul : Kesalahan perorangan
58. Walking : Kesalahan melangkah
59. Zone defense : Pertahanan daerah
60. Man to man defense : Pertahanan 1 lawan 1 dengan tugas khusus setiap pemain menjaga
61. Small forward : Pemain yang memiliki kemampuan menembak dari lapangan bagian samping
62. Outlet pass : Pemain yang berfungsi sebagai penerima operan awal pada waktu melakukan serangan kilat
63. The trailer : Pemain yang mengikuti jejak pada waktu serangan kilat
64. Back door : Pintu belakang
65. Ball handler : Pemain yang bisa mendribel bola dari daerah pertahanan kedaerah penyerangan dan memprakarsai penyerangan
66. Blocking : Bendunga
67. Full court press : Tekana keseluruh lapangan
68. Give and go : Beri dan pergi
69. Key hole : Garis tembakan hukuman dan lingkaran
70. Disqualified player : Pemain yang tereleminasi
71. Trow in : Lemparan kedalam
72. Approach stop : Langkah pendekatan
73. Lateral glide step : Langkah melengser pada sisinya
74. Retreat step : Langkah mundur
75. Stutter step : Langkah tipu
76. Triple treath position : Adegan pemain yang menguasai bola dengan cara salah satu kakinya berada didepan kaki lainnya, sehingga mempunyai tiga kemungkinan menemba, menerobos kearah basket atau mengoper bola kepada temannya. Adegan ini bisa disebut triguna/trifungsi.